akad di masjid ramlie musofa
Tanggal13 Mei tahun ini merupakan hari raya terpenting bagi umat Islam, yakni Idul Fitri. Meskipun pandemi, sejumlah masjid di Jakarta seperti masjid Baba Alun dan masjid Ramlie Musofa tetap menggelar salat Id dengan menerapkan protokol
Bangunannyayang ikonis menyerupai bentuk masjid Taj Mahal di India menarik perhatian para jemaah atau wisatawan yang melintas. Masjid Ramlie Musofa pada 2016 diresmikan langsung oleh pemilik Masjid Ramli Rasidin dan Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. Nama masjid diambil dari singkatan nama anggota keluarga yang membangun masjid ini.
MasjidRamlie Musofa, Jakarta Utara Udah pernah shalat di masjid Taj Mahal versi mini ini? by @msholeholeeeee #masjidramliemusofa #sunter #lovejkt #lovejakarta
Sejakakhir Maret lalu, UPTD MABG Abdya memutuskan menutup sementara prosesi akad nikah dan foto prewedding di masjid tersebut. Kebijakan ini merupakan upaya memutuskan mata rantai penyebaran Virus Corona Disease 2019 (Covid-19). Kegiatan akad nikah dibuka kembali pasca Idul Fitri 1441 H/2020 di Masjid Agung Baitul Ghafur.
MesjidRamlie Musofa, terletak di Jalan Danau Sunter Raya Selatan Blok I / 10 No. 12C -14A RT.13/ RW.16, Sunter Agung. Sopian dan Fabian. Selain solat dipakai akad nikah juga disini. Aku dan suamiku baru sekali kesini untuk solat Dhuha, boleh juga kok berfoto disini. mesjid Aqso dan masjidil Haram. Kalau ke LN juga suamiku udah pernah
Masjid Ramlie Mustofa merupakan salah satu tempat ibadah unik umat Islam yang berada di Jakarta. Masjid Ramlie Mustofa tepatnya berada di kawasan Jalan Danau Sunter Selatan 1, blok 1/10 nomor 12 C 14 A, Jakarta Utara. Masjid tersebut dibangun di atas tanah seluas 2.000 meter persegi selama kurang lebih lima tahun (2011 hingga 2016).
MasjidRamlie Musofa di kawasan Sunter Jakarta memiliki perpaduan unsur budaya Arab, Melayu dan Cina. Masjid yang memiliki arsitektur bangunan seperti Taj Mahal ini selain menjadi tempat ibadah ini juga menjadi salah satu alternatif wisata religi di Jakarta. Sumber : Republika .
Akadnikah yang diadakan di Jakarta tersebut dihadiri tak lebih dari 50 tamu. Namun demikian, kesederhanaan pernikahan ini tak mengurangi kebahagiaan kedua mempelai yang terabadikan lensa kamera. Dalam balutan busana tradisional serba putih, sang pasangan dinikahkan di Masjid Ramlie Mustofa yang megah. Meskipun telah mengalami berbagai
Pemandanganinterior masjid Ramlie Musofa yang kosong selama bulan suci Ramadan karena pandemi virus coronavirus COVID-19 di Jakarta (4/5/2020). Masjid ini mulai dibangun oleh Ramli Rasidin pada tahun 2011-2016. (AFP/Adek Berry)Terjemahan Surat Al-Fatihah terlihat dalam bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan aksara China di dinding menuju masjid Ramlie
REPUBLIKACO.ID, JAKARTA -- Di bawah sinar senja matahari, bangunan tinggi putih berkubah itu mencuri perhatian mata. Letaknya berada persis di sisi Danau Sunter, Tanjung Priok, Kota, Jakarta Utara. Tepatnya Friday,12 Syawwal 1443 / 13 May 2022 Jadwal Shalat. Mode Layar. Al-Quran Digital
. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID vYbaMm1BuuOBzAR2gicAa-41hqBY90Q3SPb2swHAsi6nwkfw2gHtgA==
Laporan wartawan Pebby Adhe Liana JAKARTA - Sebuah masjid di wilayah Jakarta Utara bisa jadi referensi tempat wisata religi bagi Anda sambil ngabuburit menunggu waktu buka puasa. Masjid ini kalau diperhatikan dari depan sangat mirip dengan sebuah bangunan yang sangat terkenal di India. Memang, Masjid Ramlie Musofa dibangun dengan gaya mirip Taj Mahal. Masjid Ramlie Musofa terletak di Jalan Danau Sunter Raya, Sunter Agung, Jakarta Utara. Pendirinya, Haji Ramli Rasidin mengatakan, ia membangun masjid ini dengan filosofi yang terinspirasi dari keindahan Taj Mahal. Taj Mahal yang merupakan lambang cinta dari seorang raja terhadap istrinya. "Konsepnya, kita memang mengikuti Taj Mahal. Makanya sama persis dari luar. Dari Taj Mahal, diambil filosofinya," cerita Sofian Rasidin, anak Haji Ramli Rasidin, Jumat 23/4/2021. "Taj Mahal itu lambang cinta seorang raja terhadap istrinya. Pendiri pun, almarhum berharap masjid ini sebagai lambang cinta," imbuh dia. Masjid ini, dibangun oleh Ramli yang merupakan seorang mualaf. Diharapkan, dengan masjid ini bisa menjadi sebuah pembuktian cinta sang pemilik kepada Allah, kepada agama Islam, dan juga kepada keluarganya. Nama Ramlie Musofa juga diambil dari singkatan nama sang pemilik yakni Ramli, istrinya Lie, dan anak-anaknya yaitu Muhammad, Sofian, dan Fabian. Masjid ini diresmikan pada tahun 2016 dan terletak persis di sebrang waduk Sunter. Kalau traveler ke sini, kemegahan masjid sudah mulai terlihat dari bagian luarnya.
Belum lama ini sedang ramai pembicaraan tentang Masjid yang menjadi venue prewedding pasangan selebritis Roger Danuarta dan Cut Meyriska. Masjid ini memiliki beberapa hal yang tak dimiliki oleh tempat ibadah lainnya. Baik sejarah pembangunannya maupun interiornya. Untuk menjawab rasa penasaran kalian, simak ulasan di bawah ini. Dibangun Sebagai Ungkapan Cinta Kepada Allah, Islam dan Keluarga Bagian depan masjid c Lutfi Dananjaya/TravelingyukDi balik keindahan masjid, terdapat sebuah cerita yang cukup mengharukan. Masjid Ramlie Musofa diketahui dibangun oleh seorang mualaf bernama Haji Ramli Rasidin. Beliau mendirikan masjid ini sebagai ungkapan cinta darinya kepada Allah SWT, kepada Islam dan kepada keluarga tercinta. Arsitektur Indah dari Kombinasi Tiga Budaya Salah satu sisi masjid c Lutfi Dananjaya/Travelingyuk Taj Mahal menjadi referensi dari konsep desain Masjid Ramlie Musofa. Dengan bangunan berbentuk segi delapan, pishtaq dan terdapat balkon di keempat sisinya. Tak lupa juga dinding berpola Islamic Geometric yang mengingatkan kita pada bangunan Taj Mahal. Menariknya lagi, arsitektur masjid yang bernama Julius Danu menggabungkan tiga budaya untuk desain tempat ibadah ini. Adalah Melayu, Arab dan Tionghoa. Bagian pintu masjid c Lutfi Dananjaya/Travelingyuk Ada Makna di Balik Nama Ramlie Musofa Bagian depan masjid c Lutfi Dananjaya/Travelingyuk Nama Ramlie Musofa berasal dari akronim inisial nama keluarga H. Ramli Rasidin. Ram akronim dari nama Ramli Rasidin, Lie berasal dari akronim nama sang istri yaitu Lie Njok Kim, Mu berasal dari nama anak pertama Ramli yakni Muhammad, So dari kata Sofian anak keduanya dan Fa dari Fabian yang merupakan nama anak ketiga. Al Fatihah dalam Bahasa Indonesia dan mandarin c Lutfi Dananjaya/TravelingyukDi sini, nama Masjid Ramlie Musofa ditulis dalam dua jenis aksara, yaitu aksara Latin dan Mandarin. Aksara Mandarin ini sesuai dengan latar belakang identitas pendirinya yang memiliki darah keturunan Tionghoa. Selain itu, kalian juga akan menemukan keunikan lain. Surah Al Fatihah ditulis secara jelas di dinding keramik. Bukan dengan tulisan Arab, tapi menggunakan Bahasa Indonesia dan Mandarin. Tujuan Mulia dari Pembangunan Masjid Bagian dalam masjid c Lutfi Dananjaya/Travelingyuk Pendirian masjid ternyata tidak hanya sebagai tempat ibadah. Tapi juga sebagai tempat membimbing para mualaf untuk belajar Islam lebih dalam lagi. Selain itu ditujukan juga sebagai destinasi religi di kawasan Jakarta Utara. Jadi, pengunjung beragama lain pun bisa masuk ke masjid ini. Bisa Digunakan untuk Lokasi Prewedding Prewedding di Masjid Ramlie Musofa c Lutfi Dananjaya/Travelingyuk Selain beberapa fungsi di atas, masjid yang identik dengan warna putih ini bisa digunakan untuk prewedding. Tapi, ada beberapa aturan yang wajib ditaati oleh pasangan yang ingin melaksanakan foto prewedding. Hal tersebut bisa ditanyakan langsung kepada pengelola masjid. Itulah informasi mengenai Masjid Ramlie Musofa. Bagi teman traveler yang ingin berkunjung ke Masjid Ramlie Musofa, datang saja ke Jl. Danau Sunter Raya Selatan Blok I / 10 No. 12C – 14A, Sunter Agung, Tj. Priok, Jakarta Utara. Jadwal buka masjid setiap hari sejak waktu Subuh hingga malam hari sekira pukul 2130 WIB. Advertisement Tags Indonesia Jakarta Utara kontributor Masjid Ramlie Musofa Wisata
- Pemandangan Masjid Ramlie Musofa di Sunter, Jakarta Utara, Selasa 5/4/2022. Masjid Ramlie Musofa memiliki kesan mewah dan menawan karena berarsitektur layaknya seperti monumen Taj Mahal di India. Masjid ini bisa nenjadi destinasi wisata religi saat bulan segi arsitektur, masjid ini seakan-akan memadukan 4 budaya, diantaranya Arab, china, India dan nusantara terbalut menjadi satu kesatuan, keunikan perpaduan budaya tersebut mampu membuat kemegahan Masjid Ramlie Mustofa semakin pula ukiran surat Al-Fatihah yang diukir dalam bahasa Mandarin, Arab dan Indonesia pada tangga utama yang menuju ke dalam masjid ukiran huruf Tiongkok dan Arab juga dapat ditemui di pintu masjid dan juga di area nuansa Indianya sendiri dapat dilihat dari bentuk jendela dan pilar yang berdiri kokoh dan dibalut warna putih seperti Taj Mahal di dalam dan luar masjid. Nama Ramlie Musofa sendiri merupakan singkatan dari anggota keluarganya, yakni kata 'Ram' yang berarti nama dirinya, 'Li' merupakan nama istrinya, Liu Kin dan Musofa singkatan ketiga anaknya yakni Muhammad, Sofyan dan Fabian. [ Winanto]
- Jika Taj Mahal India dibangun atas dasar cinta sang raja terhadap istrinya, maka Masjid Ramlie Musofa berdiri sebagai lambang cinta umat Islam kepada Allah SWT. Berada di Jalan Danau Sunter Raya, Sunter Agung, Jakarta Utara, masjid bernuansa putih gading ini memiliki kubah yang menjulang tinggi bak replika Taj Mahal di bernama Haji Ramli Rasidin adalah seorang mualaf beretnis Tionghoa. Nama masjid ini diambil dari inisial pendiri dan keluarga lainnya, yakni Ramli, istrinya Lie, dan anak-anaknya, yaitu Muhammad, Sofian, dan Fabian Ramlie Musofa. Baca juga Masjid Bersejarah di Wonogiri, Lebih Tua dari Masjid Agung Demak Nuansa China bisa dilihat dari beberapa tulisan tiga bahasa, yakni Mandarin, Indonesia, dan Arab yang menghias sejumlah titik, termasuk halaman depan masjid sebelum naik ke lantai atas. Dulu, sebelum dibuka untuk masyarakat umum, masjid hanya digunakan oleh keluarga Haji Ramli saja untuk beribadah. Bagian dalam masjid Ramlie Musofa Saat menapaki ubin yang hitam legam, berjalanlah di sisi kanan dan kiri tangga yang sudah dilapisi karpet teriknya cuaca akan terpantul dari keramik yang bisa menyebabkan telapak kaki terasa sedikit perih. SAMARIA SIMALUNGSONG Bedug di luar masjid Ramlie Musofa. Sampai di atas, pengunjung akan disambut dengan sejuknya hawa masjid, berbanding terbalik dengan panasnya langit Jakarta Utara saat itu. Sebelumnya, di sisi luar tampak sepasang pentungan dan bedug berlapis kulit warna coklat tua yang akan dibunyikan saat azan berkumandang. Baca juga Syarat dan Cara Daftar Mudik Lebaran Gratis Pemkot DKI Jakarta 2022 Menariknya, untuk menjaga toleransi dengan lingkungan sekitar, masjid yang diresmikan pada tahun 2016 ini hanya memasang pengeras suara pada bagian dalam saja, sehingga suara azan tidak terdengar hingga keluar masjid. SAMARIA SIMALUNGSONG Waduk Sunter dari lantai dua masjid Ramlie Musofa. Naik ke lantai dua, pengunjung bisa melihat bentangan Waduk Sunter hingga ke seberang, dengan angin sepoi-sepoi yang menyapa. Bagaimana, tertarik ngabuburit di tempat ini? Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Jakarta - Masjid Ramlie Musofa tak hanya memiliki keunikan rupa bangunan mirip Taj Mahal, tapi ada beberapa spesial lainnya. Cek di traveler yang ingin melihat masjid yang mirip seperti Taj Mahal di India, traveler dapat mendatangi Masjid Ramlie Musofa yang ada di Sunter, Jakarta Utara. Masjid ini merupakan masjid besar dengan corak warna putih yang mendominasi dan arsitektur mirip Taj ini nampak unik dibanding masjid pada umumnya. Mulai dari arsitektur, fasilitas, hingga latar belakang pembangunan masjid ini rasanya perlu traveler ketahui. Berikut ini beberapa hal unik dari Masjid Ramlie Musofa1. Arsitektur megah dan estetikMasjid Ramlie Musofa Foto Putu Intan/detikcomPoin pertama jadi menarik perhatian dari tempat ini adalah dari arsitektur bangunan. Berada di pinggir jalan dan memiliki bangunan yang tinggi, membuat masjid ini dengan mudah membetot masjid ini didominasi oleh warna putih bersih dan corak warna emas di beberapa ornamen tulisan. Serta bangunannya dari luar tampak megah dan mirip seperti Taj Mahal di Taj Mahal, dinding masjid ini juga dibalut marmer. Marmer masjid ini diimpor dari Terdapat ornamen unik dan khas TionghoaMasjid Ramlie Musofa. Foto Ari SaputraMasjid ini dibangun oleh seorang mualaf beretnis Tionghoa makanya ada corak bangunan yang memiliki unsur dalam ornamen nama masjid yang berada di atas masjid atau dalam tembok kanan-kiri yang berada di sisi tangga masuk. Pada tembok tersebut terdapat ukiran surat Al-Fatihah dalam tiga bahasa, yakni bahasa Arab, Indonesia, dan itu, terdapat ornamen yang berada di kubah masjid yakni terdapat ayat suci Al-Quran di daerah kubah dan terdapat juga tulisan Asmaul Husna di kaca hanya itu, berhubung pembuatnya merupakan seorang mualaf keturunan Tionghoa, aspek ramah terhadap pendatang yang ingin mempelajari islam juga diberikan. Yakni, melalui ornamen tata cara wudhu di tempat Terdapat liftLift di Masjid Ramlie Musofa Foto Putu Intan/detikcomSalah satu yang jadi keunikan masjid ini selain masjid pada umumnya, karena masjid ini memiliki lift. Lift ini menghubungkan lantai basement, hingga lantai tiga dua lift yang dapat dimanfaatkan, namun ketika detikTravel berkunjung pada Minggu 9/4/2023, lift yang dapat beroperasi hanya satu ini dapat traveler manfaatkan untuk menaiki lantai atas masjid, karena pemandangan di lantai atas masjid juga tak kalah menarik, dengan suasana pemandangan Danau Sunter di Tempat wudhu untuk difabel dan rentanTempat wudhu duduk di Masjid Ramlie Musofa. Foto Ari SaputraSelain itu, yang menarik dari masjid ini adalah adanya tempat wudhu yang diperuntukkan kepada kaum difabel. Kalau biasanya terdapat dua jenis tempat wudhu di masjid pada di masjid ini terdapat empat jenis tempat wudhu, yakni 2 tempat wudhu tambahan bagi kaum difabel atau pengunjung yang Dibangun dan dikelola oleh keluargaSelain arsitektur, yang tak kalah menarik adalah latar belakang pembangunan masjid ini yang dibangun oleh seorang Mualaf Tionghoa Bernama H. Ramli anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia, Ira Latief, keluarga Ramli Rasidin sangat bhinneka dalam memiliki keragaman."Istrinya Buddha, Musofa dari nama tiga anaknya, Muhammad, Sofian, dan Fabian. Anaknya ada yang Islam, Kristen, keluarganya sangat bhinneka," kata saat ini, Masjid Ramlie Musofa dibangun dan dikelola oleh keluarga tanpa bantuan APBD atau pemerintah Jadi spot foto preweddingMasjid Ramlie Musofa Foto Putu Intan/detikcomMasjid ini selain menjadi tempat ibadah, tapi menarik juga untuk jadi spot hunting foto. Tak ayal masjid ini juga sering dijadikan tempat foto terkadang acara akad nikah juga dapat digelar di masjid ini. Simak Video "Melihat Arsitektur Megah Masjid Baiturrahman Aceh" [GambasVideo 20detik] wkn/fem
Ramlie Musofa, sebuah Masjid yang terletak di daerah Tanjung Priok Jakarta Utara. Sebuah masjid yang ramai dikunjungi oleh masyarakat yang berasal dari berbagai daerah yang sengaja hadir untuk melihat kemegahan bangunan masjid yang syarat dengan akulturasi budaya didalamnya. Masjid ini dibangun pada tahun 2011 oleh keluarga H. Ramli Rasidin dan diresmikan oleh Prof. Dr. Nasaruddin Umar pada tahun 2016. Masjid yang bisa dijadikan referensi tempat wisata religi bagi jama’ah maupun pengunjung sambil menikmati indahnya pemandangan Danau Sunter. Masjid yang ramai dikunjungi oleh masyarakat bukan hanya dari Jakarta tetapi banyak juga yang berasal dari luar daerh yang sengaja datang untuk menunaikan sholat sekaligus melihat keindahan bangunan masjidnya. Keunikan arsitektur dan keindahan ornamen pada masjid merupakan kombinasi tiga budaya yaitu India, Arab dan Cina. Masjid ini kalau diperhatikan dari depan sangat mirip dengan sebuah bangunan yang sangat terkenal di India, karena dibangun dengan gaya mirip Taj Mahal. Pendirinya, Haji Ramli Rasidin mengatakan, ia membangun masjid ini dengan filosofi yang terinspirasi dari keindahan Taj Mahal yang merupakan lambang cinta dari seorang raja terhadap istrinya. Jika Taj Mahal India dibangun atas dasar cinta sang raja terhadap istrinya, maka Masjid Ramlie Musofa berdiri sebagai lambang cinta umat Islam kepada Allah SWT. Ramli adalah seorang mualaf keturunan Aceh beretnis Tionghoa, berharap dengan masjid ini bisa menjadi sebuah pembuktian cinta sang pemilik kepada Allah, kepada agama Islam, dan juga kepada keluarganya. Nama Ramlie Musofa juga diambil dari singkatan nama sang pemilik Masjid, yakni Ramli, istrinya Lie, dan anak-anaknya yaitu Muhammad, Sofian, dan Fabian. Kemegahan masjid sudah mulai terlihat dari bagian luarnya. Bangunannya berwarna putih dan tinggi. Nuansa China sangat terasa, bisa dilihat dari beberapa tulisan tiga bahasa, yakni Mandarin, Indonesia, dan Arab yang menghias sejumlah titik, termasuk halaman depan masjid sebelum naik ke lantai atas. Pada bagian atas di bawah kubah, terlihat tulisan berwarna emas dengan dua bahasa. Yaitu bahasa mandarin, dan di bawahnya bahasa Indonesia bertuliskan Masjid Ramlie Musofa. Masyarakat banyak yang datang ketika sholat berjamaah atau sengaja datang untuk melihat kemegahan masjid. Ada juga sebagaian masyarakat yang menggunakan untuk melakukan pengajian atau tabligh akbar dengan mengundang jamaah dari daerah lain. Bagi Sebagian orang juga ada yang menggunakan masjid ramlie musofa untuk melakukan akad nikah sehingga tidak kehilangan moment yang sacral didalam masjid yang indah tersebut. Menariknya, begitu mulai masuk ke area masjid, jama’ah akan disambut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an pada setiap bagian depan dinding Masjid. Tepat di dinding dekat gerbang masuk, ada tulisan surat Al-Qari’ah. Pada dinding tangga arah masuk ke pintu utama masjid, tertulis surat Al-Fatihah. Terdapat makna terirat dari penempatan kedua surat tersebut. Surah Al-Qari’ah mengingatkan bahwa akhirat itu memang benar adanya. Manusia diperintahkan untuk berbuat baik selama hidup di dunia. Surah Al-Fatihah sendiri bermakna sebagai pengingat pada doa mohon petunjuk jalan yang lurus, ihdina ash- shiraat al-mustaqim Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus. Kaligrafi tersebut juga dilengkapi dengan terjemahan bahasa Indonesia dan bahasa mandarin. Penulisan ayat suci Al-Qur’an dalam tiga bahasa, menjadi simbol toleransi dari Masjid Ramlie Musofa. Diharapkan, dengan adanya terjemahan berbahasa Indonesia dan Mandarin tersebut, jama’ah yang datang ke sini bisa lebih memahami tentang ajaran-ajaran Islam. Saat naik ke bagian atas, terdapat sebuah beduk terpajang di sebelah kanan pelataran masjid. Di bagian atas masjid, pengunjung akan disambut dengan sejuknya hawa masjid, berbanding terbalik dengan panasnya langit Jakarta Utara saat itu. Pada sisi luar tampak sepasang pentungan dan bedug berlapis kulit warna coklat tua yang akan dibunyikan saat azan berkumandang. Beberapa pilar tinggi di bagian dalam masjid dan kaca dengan aksen kaligrafi pada bagian kubah, menambah keindahan sekaligus kemewahan Masjid Ramlie Musofa. Selain tempat ibadah dan juga tujuan wisata religi, masjid ini telah memiliki sejumlah fasilitas memadai, terutama yang ditujukan sebagai penunjang kegiatan ibadah seperti ruang salat, tempat wudhu, toilet, tangga, dan lift. Fasilitas yang ramah disabilitas juga tersedia di masjid ini. Di antaranya seperti toilet disabilitas, dan tempat wudhu yang dilengkapi dudukan. Dinding tempat wudlu pun dihiasi dengan gambar langkah-langkah berwudhu yang benar mulai dari niat, doa sebelum berwudhu, tata cara hingga doa setelah wudhu. Gambar langkah-langkah berwudhu pun selain berbahasa Indonesia, juga tertulis dengan huruf Mandarin dan Arab. Semoga masjid ini menjadi simbol sebuah nilai toleransi yang ada di Indonesia dan sebagai syiar agama islam yang ada di wilayah Jakarta Utara
Skip to content Paket WisataRental MobilSewa Bus PariwisataSewa MotorKontakTravel Blog Masjid Ramlie Musofa Jakarta punya Taj Mahal’ yang dibangun sebagai wujud cinta umat islam kepada Allah SWT. Taj Mahal versi ini bernama Masjid Ramlie Musofa yang terletak pada Kawasan Sunter Agung, Jakarta Utara. Bangunan masjid berwarna putih gading yang mempesona dan menawan. Menariknya, atas bangunan terdapat kubah besar nan tinggi seperti kubah yang ada di Taj Mahal. Secara visual, masjid ini sangat mirip dengan Taj Mahal di India, mulai dari desain fasad hingga detail pilihan warna. Berkat keindahannya ini, banyak wisatawan yang lantas menjadikan masjid ini sebagai salah satu destinasi wisata religi jakarta terfavorit. Sekilas Tentang Masjid Ramlie Musofa Masjid Ramlie Musofa adalah sebuah bangunan masjid bagus di Jakarta yang memiliki gaya arsitektur yang mirip dengan Taj Mahal di Negara India. Nama Ramlie Musofa pada masjid ini berasal dari inisial nama masing-masing anggota keluarga sang pemilik. Nama pemiliknya adalah Ramli Rasidin, sedang Lie adalah nama sang Istri sehingga menjadi singkatan Ramlie. Sementara untuk nama kedua masjid, Musofa, terinspirasi dari nama ketiga anak sang pemilik, yaitu Muhammad, Sofia, dan Fabian. Ramli dan keluarga kecilnya adalah etnis Tionghoa yang telah menjadi mualaf. Jadi jangan heran jika terdapat banyak ornamen dalam dan luar masjid yang bernuansa Cina. Menariknya lagi, tulisan-tulisan yang ada pada masjid ini menggunakan 3 bahasa, yaitu Arab, Mandarin, dan Indonesia. Salah satu tulisan indah yang ada pada halaman depan masjid menjadi pusat perhatian bagi para pengunjung. Tidak seperti Masjid Istiqlal yang dibuka untuk umum, dulunya masjid ini hanya digunakan untuk keperluan tempat ibadah keluarga Haji Ramli saja. Akan tetapi, kini masjid ini adalah masjid umum yang boleh digunakan oleh khalayak ramai yang ingin beribadah sholat. Daya Tarik Masjid Ramlie Musofa Poin yang menjadi daya tarik dari bangunan masjid ini adalah detail arsitekturnya yang benar-benar mengagumkan. Bagian interiornya, misalnya, Anda akan disambut dengan lantai ubin hitam yang terlihat elegan. Kemudian lihatlah kanan-kiri bagian dalam bangunan; terdapat tangga yang dilapisi oleh karpet mewah. Di lantai 2, Anda akan merasakan hawa sejuk yang tentu sangat bertolak belakang dengan hawa panas nan lembab khas Jakarta Utara. Silahkan Anda lihat di bagian luar lantai 2 masjid; ada seperangkat alat bedug besar lengkap dengan pemukulnya. Bedug ini selalu dibunyikan saat waktu sholat tiba. Yang menjadikan masjid ini menarik adalah penempatan pengeras suaranya yang hanya dipasang di bagian dalam masjid saja. Hal ini memang sengaja dilakukan untuk menjaga toleransi dengan masyarakat sekitar. Kembali ke bahasan tentang daya tarik di lantai 2, dari lantai ini, Anda dapat melihat dengan jelas keindahan tempat wisata terdekat, yaitu Waduk Sunter. Fasilitas Masjid Ramlie Musofa Sebagai salah satu pusat tempat ibadah dan juga tempat wisata religi yang viral, masjid ini telah dilengkapi dengan sederet fasilitas. Khususnya fasilitas-fasilitas penunjang ibadah sholat dan kegiatan agama lainnya. Sebagai contoh ruang sholat, toilet, tempat wudhu, lift, dan tangga. Ruang sholat utama berada di lantai 2. Pengunjung dapat menggunakan tangga atau lift untuk menuju lantai atas. Lift juga boleh dimanfaatkan oleh para penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil. Fasilitas lift semacam ini juga bisa Anda jumpai di JPO Sudirman yang mana tak hanya penyandang disabilitas dan ibu hamil saja yang bisa memakainya. Para pesepeda juga boleh memanfaatkannya. Di sini juga tersedia toilet khusus untuk kawan-kawan penyandang disabilitas. Toilet khusus ini terbagi menjadi 2, yaitu toilet khusus untuk penyandang disabilitas laki-laki dan toilet khusus untuk penyandang disabilitas perempuan. Fasilitas area parkir di masjid ini cukup luas dan selalu mendapatkan penjagaan dan pengawasan yang baik dari petugas. Jadi, kendaraan-kendaraan yang terparkir di sini akan dijamin aman. Karena ini adalah tempat untuk ibadah, tidak ada fasilitas-fasilitas lain selain fasilitas penting di atas. Oleh karenanya, jika ada pengunjung yang merasa lapar usai sholat atau selesai jelajah isi masjid, mereka dapat mampir sebentar ke pusat wisata kuliner Jakarta terdekat. Harga Tiket Masuk Masjid Ramlie Musofa Tidak ada retribusi tiket masuk sama sekali yang harus Anda bayarkan ketika akan memasuki area masjid ini. Masjid cantik ini gratis dan siapapun boleh singgah di masjid ini. Demikian juga dengan biaya parkir; pengunjung yang membawa kendaraan dan memarkirkan kendaraannya di area parkir masjid ini tak perlu membayar biaya parkir. Dengan begitu, masjid dengan gaya arsitektur khas Taj Mahal ini masuk dalam kategori tempat wisata di Jakarta gratis. Lokasi dan Rute Menuju Masjid Ramlie Musofa Masjid yang sangat estetik ini terletak di alamat Jalan Danau Sunter Raya, Sunter Agung, Jakarta Utara. Lokasi ini sangat strategis sehingga mudah untuk Anda jangkau dengan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Namun akan terasa lebih efektif apabila Anda menggunakan kendaraan pribadi. Selain efektif, perjalanan pun akan lebih nyaman. Anda juga dapat memilih rute terbaik dan tercepat untuk menuju ke lokasi masjid ini. Rute terbaik yang kami sarankan adalah via Jalan Tol Dalam Kota atau bisa juga via Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono. Durasi perjalanannya hanya sekitar 25 menit saja jika menggunakan rute di atas. Untuk yang tidak memiliki kendaraan pribadi tapi ingin tetap ingin efektif, gunakan solusi ini sewa mobil di Salsa Wisata. Pilihan paket sewa mobil murah di Salsa Wisata sangat lengkap dan rata-rata bertarif terjangkau. Untuk keperluan trip dalam kota, kami rekomendasikan beberapa paket terbaik untuk Anda. Salah satunya adalah paket rental mobil Innova Reborn Jakarta Utara lepas kunci. Pilihan yang satu ini membuat Anda leluasa selama di perjalanan. Anda dapat menggunakan mobil yang Anda sewa ini layaknya mobil pribadi Anda. Tak hanya itu, dengan mobil sewaan lepas kunci ini juga Anda bebas menentukan tujuan yang ingin Anda datangi selain masjid ini. Sebagai contoh, sepulang tour religi di masjid, Anda ingin mampir ke Pusat Oleh-Oleh Ancol untuk membeli oleh-oleh khas Jakarta Utara. Jam Operasional Masjid Ramlie Musofa Sebagian besar tempat ibadah di Indonesia akan selalu buka selama 24 jam, termasuk masjid Instagramable ini. Anda dapat berkunjung kapan saja baik untuk keperluan sholat maupun keperluan wisata. Setelah puas jelajah wisata religi di masjid ini, kini saatnya untuk mengisi perut Anda. Ada cukup banyak referensi pusat wisata kuliner di kawasan Jakarta Utara. Salah satu tempat makan yang paling terkenal adalah Gerobak Betawi. Dari namanya saja Anda sudah bisa menebak bahwa menu-menu yang ditawarkan adalah menu-menu asli Betawi. Selain main course, di sini juga menjual makanan khas Jakarta terkenal seperti Kembang Goyang, Kerak Telor, dan makanan tradisional betawi lainnya. Mungkin setelah Anda membaca ulasan singkat tentang masjid ini Anda kemudian akan tertarik untuk mengunjunginya. Jika iya, terlalu sayang jika Anda hanya mengunjungi satu lokasi wisata saja. Karena, Jakarta Utara memiliki banyak sekali objek wisata yang sangat menarik dan lagi hits. Sebagai solusinya, manfaatkan layanan paket liburan Jakarta yang Salsa Wisata hadirkan untuk Anda para calon klien kami. Akan ada banyak keuntungan yang akan Anda dapatkan. Salah satunya adalah dalam hal penghematan biaya liburan. Tunggu apalagi, kapan lagi bisa liburan dengan budget murah namun specs kualitas kelas premium. Semua hanya ada di Salsa Wisata. Dapatkan pengalaman wisata religi terindah dan terkhidmat di Masjid Ramlie Musofa ini bersama Salsa Wisata. Related PostsBagikan Artikel Ini Ke Page load link
JAKARTA, - Bangunan berpelitur putih itu berdiri menjulang di tengah deretan rumah-rumah besar di Jalan Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara. Bangunan berlantai tiga itu mempunyai sebuah kubah berukuran besar yang dikelilingi sejumlah tiang-tiang kecil. Bagian luarnya dihiasi ornamen ukiran khas Arab. Sepintas, bangunan itu tampak seperti Taj Mahal yang termahsyur di India sana. Namun, bangunan yang berada di seberang Danau Sunter itu rupanya sebuah masjid bernama Masjid Ramlie Musofa. Pengurus Masjid Ramlie Musofa Sofian mengatakan, arsitektur masjid tersebut memang sengaja dibuat mirip Taj Mahal. "Idenya memang kita ambil dari Taj Mahal. Tetapi, mengapa Taj Mahal? Karena yang kita ambil dari Taj Mahal itu filosofinya," kata Sofian saat ditemui Sabtu 26/5/2018. Baca juga Al Osmani, Masjid Tertua di Medan yang Arsiteknya Orang Jerman Sofian mengatakan, pendiri Masjid Ramlie Musofa terinspirasi dari kisah berdirinya Taj Mahal yang menjadi monumen lambang cinta seorang raja terhadap istrinya. "Pendiri pun berharap masjid ini sebagai lambang cinta beliau terhadap Allah SWT yang pertama, lambang cinta beliau terhadap Islam yang kedua, lambanh cinta beliau terhadap keluarga yang ketiga," kata Sofian. Ramadhan D Tangga menuju pintu masuk Masjid Ramlie Musofa yang dihiasi pahatan Surat Al Fathihah dalam tiga bahasa di kedua nama Ramlie Musofa yang digunakan masjid tersebut juga berasal dari inisial keluarga pendirinya, yaitu Ra untuk Ramli Rasidin dan Lie untuk nama sang istri, Lie Njok Kim. Sementara itu, Mu berasal dari nama Muhammad sang anak pertama, So dari Sofian si anak kedua, dan Fa dari kata Fabian, nama anak ketiga. Aksara Cina Selain arsitektur yang menyerupai Taj Mahal, Masjid Ramlie Musofa mempunyai keunikan lain yaitu adanya kaligrafi surat Al Quran di dinding-dindingnya. Uniknya, surat tersebut dipahat dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Mandarin. Sofian mengatakan, aksara Cina dihadirkan untuk menandakan bahwa masjid tersebut didirikan oleh keturunan Tionghoa. Ramadhan D Bacaan Surat Al Fathihah dalam Bahasa Indonesia, Arab, dan Mandarin dipahat di salah satu dinding di Masjid Ramlie Musofa, Jakarta Utara, Sabtu 26/5/2018. Di samping itu, kata Sofian, keberadaan kaligrafi surat Al Quran berbahasa Mandarin juga ditujukan memudahkan turis asal Cina yang ingin memahami Islam. "Mereka langsung paham dengan Bahasa Mandarin bahwa Islam itu mengajarkan kebaikan, mengajarkan kedamaian, memperingatkan tentang adanya hari akhir," kata Sofian. Baca juga Perjuangan Takmir Masjid Menyiapkan Air Bersih di Tengah Kekeringan Sofian menceritakan, masjid tersebut memang bukan tempat beribadah semata melainkan telah menjadi salah satu objek wisata. Pihaknya terbuka kepada siapa pun yang ingin berkunjung ke sana. "Kita open kok dengan agama lain, mereka sering ke mari bersama pemuka agama lain. Mereka sering datang berkunjung buat silaturahim sekalian foto-foto," kata Sofian. Masjid Ramlie Musofa buka setiap hari sejak waktu Subuh hingga malam hari sekira pukul "Tergantung pengunjung selesai foto-foto," kata Sofian. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Awal Mula didirikannya Masjid Ramlie MusofaBangunan yang berada di seberang Danau Sunter, jakarta utara ini rupanya ialah sebuah Masjid. Masjid Ramlie Musofa yang memiliki kesan mewah dan menawan karena berarsitektur layaknya seperti monumen Taj mahal berpelitur putih itu mempunyai sebuah kubah berukuran besar yang dikelilingi sejumlah tiang-tiang kecil. Bagian luarnya dihias ornamen ukiran Ramlie rasidin merupakan pengusaha keturunan tionghoa . Saat remaja ia bermimpi ingin membangun sebuah masjid selama 40 tahun ramlie menyimpan pada akhirnya ia dapat mewujudkan mimpinya pada tahun 2011. Lima tahun berselang pembangunan masjidnya pun selesai dan diresmikan pada tahun ramlie diresmikan pada tanggal 15 mei 2016. Pembangunan masjid yang memiliki luas sekitar meter persegi ini mendatangkan bahan bangunan untuk mimbar berupa marmer dari turki dan yang beralamat di danau sunter selatan 1 blok 1/10 nomor 12 C 14 A, tanjung priok, jakarta utara ini dibangun oleh keluarga ramlie rasidin. Masjid ini juga mendatangkan ornamen ukiran khusus dari pulau ini terinspirasi dari kisah berdirinya monumen Taj Mahal. Taj mahal yang menceritakan tentang pembangunannya menjadi ajang perwujudan cinta antara seorang raja terhadap Ramlie membangun masjid ramlie memang sengaja di desain mirip seperti Taj Mahal. Menurut sofian, keluarganya memberikan buku soal arsitektur taj mahal pada arsitek yang membangun masjid ini menjadi inspirasi bagi pemilik Masjid ramli musofa ini berharap masjid ini sebagai pembuktian cinta terhadap Allah, islam dan keluarganya.“Beliau berharap masjid ini serupa taj mahal, tahan beratus tahun, tapi bukan bangunannya saja, orang-orang yang beribadah di sini juga tahan beratus tahun,” Ucap masjid ini juga berasal dari nama inisial keluarga sang pemilik masjid ramlie itu sendiri. Adapun lambang cinta sang pendiri kepada keluarganya tersembunyi dibalik nama masjid Merupakan gabungan awal nama ramlie rasidin dan sang istri lie njok kim. Sedangkan musofa diambil dari suku kata awal pada nama anaknya yakni muhammad, sofian Dan Masjid Ramlie Musofa Hingga SekarangPendirian masjid ternyata tidak hanya sebagai tempat beribadah. Tapi juga sebagai tempat pembimbing para mualaf untuk belajar islam lebih dalam itu di tunjukkan juga sebagai destinasi religi di kawasan jakarta utara. Pengunjung beragama lain pun bisa masuk ke masjid megah berwarna putih ini memadukan 4 unsur budaya yakni Indonesia, Tionghoa, India Dan Arab. Tiap budaya memiliki makan budaya yang berbeda, Seperti Arab mewakili agama tionghoa berasal dari latar belakang sang pemilik Dan budaya india dari kisah monumen Taj Mahal. Tak hanya unsur budaya saja yang ini dibuktikan di bagian depan Masjid ramlie Musofa akan disambut dengan ukiran al-fatihah yang menggunakan 3 bahasa sekaligus, yakni bahasa arab, Indonesia Dan dinding masjid juga terdapat ukiran kaligrafi yang menerangkan hari kiamat dan hari pembalasan. Serta doa-doa tujuannya adalah untuk mempermudah mualaf atau wisatawan asing yang berasal dari tionghoa saat berkunjung ke masjid ramlie Dan agar umat muslim senantiasa ingat kepada allah masjid yang didirikan oleh seorang mualaf Indonesia keturunan tionghoa ini akan ada beberapa bagian dari bangunannya yang dipenuhi unsur ornamen yang terpampang di kanan kiri dinding tangga ini menandakan sebagai penanda bahwa masjid ini di didirikan oleh mualaf keturunan tionghoa yaitu Ramlie mirip dengan monumen Taj Mahal ini Sama-sama memiliki 3 kubah. Komposisi letak dan perbandingan ukuran antara kubahnya juga menara kecil yang mengitari tiga kubahnya juga serupa mirip. Ditambah lagi semua bangunannya berwarna putih, membuat mata serasa melihat taj mahal mini lampu pijar semakin membuat bangunan ini memperlihatkan kecantikkannya. Di tambah lagi kubah yang bertuliskan allah dengan tulisan arab saat memasuki ruang itu setelah memasuki masjid, jamaah akan dengan mudah melihat bedug di samping kanan depan pintu. Bedug tersebut di khususkan dan berukuran cukup besar yang dipukul setiap sebelum di masjid ramlie akan terasa berbeda saat mengambil air wudhu. Hal ini di sebabkan karena adanya tempat duduk yang di khusus kan untuk para penyandang disabilitas dan lansia dalam di masjid ramli memiliki 3 lantai yang tersedia 2 lift. Pemilik masjid ramlie ini merupakan seorang ia berusia 19 tahun ramlie memutuskan untuk berpindah agama menjadi agama islam. Bukti cintanya kepada allah dan keluarga akhirnya ia tunjukkan dengan masjid yang memiliki arsitektur indah faktanya sering dijadikan tempat acara dimomen spesial bagi para pasangan pengantin. Selain beberapa fungsi diatas masjid yang identik serba putih ini sering digunakan untuk ada beberapa aturan yang wajib di taati oleh pasangan yang ingin melaksanakan foto prewedding. Hal tersebut akan dijelaskan langsung oleh pengelolah berkata “Siapapun bisa datang dan beribadah ke Masjid ini. Yang kami larang hanyalah menginap selebihnya silahkan beribadah atau hanya berkunjung. Masjid yang ramah bagi penyandang disabilitas itu membuka pintunya lebar-lebar bagi umuat non muslim sopan tak berbaju minim dan tidak mengganggy ibadah silahkan datang berkunjung. Gerbang kami bisa diketuk 24 jam” kata sofian.